Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Desember 2010

Potensi Makanan Khas Jambi: Mie Celor Jambi


Sensasi Hangatnya Mi Celor Jambi
Paling enak makan mi celor saat masih panas dengan rasa udang yang gurih.
KAMIS, 27 MEI 2010, 12:10 WIB
Petti Lubis, Anda Nurlaila
VIVAnews - Mi celor bukan saja kuliner khas dari kota Palembang, wilayah Sumatera lainnya akrab dengan makanan satu ini. Mi celor yang dalam bahasa Palembang berarti mi seduh menyajikan rasa yang cukup khas dengan udang galah yang hanya ada di sungai Batang Hari Jambi.

Jika berkesempatan mengunjungi Jambi, cobalah menyambangi kawasan makanan di jalan Sultan Agung di dekat Hawa Jaya, sekitar pusat kota Jambi. Sejak sore hingga malam, kawasan ini ramai oleh para pedagang dan pecinta kuliner dalam dan luar kota.

Mi celor yang terkenal di kalangan para pelancong ini memang cukup unik. Kuah santan mi celor Jambi berwarna kemerahan dan agak kental serupa dengan kuah sate padang saat disajikan. Apalagi, makanan yang terdiri dari mi tebal dengan tauge, potongan daging, telur ayam ini terasa hangat dan pedas.

Kenikmatan mi celor Jambi terasa sangat berbeda dengan mi celor lainnya. dengan rebusan udang segar yang diambil langsung dari sungai Batang Hari Jambi. Salah seorang pengunjung dan warga asli Jambi, Jack Yana (mengatakan, mi celor yang menyajikan udang sungai Batang Hari hanya ada dua, di Palembang dan Jambi. "Paling enak makan mi celor saat masih panas dengan rasa udang yang gurih," katanya. Bila dingin, kuah mi celor perlahan akan menjadi lebih cair. Memakan mie celor tak lengkap rasanya bila tidak bersama kerupuk ikan patin atau udang.

Untuk menghalau rasa pedas mi celor, minuman yang ada di warung yang buka sejak sore hingga pukul sepuluh malam menyajikan minuman segar. Es kelapa muda, Es cincau, Es Kundur sejenis labu siam dan es jeruk siap melegakan dahaga selepas menyantap mi celor.

Meski berada di tempat yang cukup kecil tanpa penyejuk udara atau kipas angin, menurut Jack yang sehari-hari bekerja di Jakarta, warung mi Celor kawasan Hawa ini sudah menjadi langganan nama-nama beken. Para politisi lokal dan luar kota kerap menyambangi warung tersebut untuk menikmati sensasi rasa hangat-pedas mi.

Nama seperti Andi Mallarangeng, para anggota DPR maupun pejabat lokal Jambi menjadikan tempat ini sebagai tempat favorit mereka. "Banyak tokoh dari Jakarta yang rutin datang ke sini dan ketagihan mi celor Sultan Agung," tutur Jack. Tak heran, para pengunjung bahkan banyak yang mengantre untuk dapat menikmati mi celor tersebut.

Selain mi celor, di kompleks yang sama terdapat juga penganan khas martabak India. Martabak dengan kentang dan bawang bombay disajikan dengan kuah khusus mirip kuah gulai kental. Anda yang suka pempek juga bisa menikmati penganan untuk disantap di tempat atau dibawa pulang. Masih di  kawasan yang sama, terdapat jejeran toko penganan khas Jambi yang bisa menjadi buah tangan kerabat dan teman-teman. (umi)
• VIVAnews

Potensi Makanan Khas Jambi: Nasi Gemuk Jambi

Kuliner Khas Jambi, Nasi Gemuk Dan Jus Pinang

NASI gemuk atau nasi uduk termasuk masakan favorit di Jambi. Biasanya, nasi gemuk disantap pagi hari sebagai menu sarapan, selain lontong. Salah satu pedagang nasi gemuk yang dikenal di Jambi adalah pasangan suami-istri Maliner (28) dan Yusmawardi alias Yus (35), yang berjualan di bilangan Jl. Jend. Sudirman.

Maliner membuat nasi gemuk dari bahan-bahan beras, santan, daun pandan, daun salam, dan daun jeruk. “Caranya, beras dicampur bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, diaron, lalu dikukus selama sejam,” ujar Maliner yang mengerjakannya malam hari. “Jadi, begitu dijual pagi harinya tinggal dipanasi,” lanjut ibu 4 anak yang buka jam 6 pagi hingga 12 siang.
“Soalnya, jualan saya khusus untuk sarapan. Biasanya sampai antri. Ada juga yang minta diantar. Jadi sayalah yang mengantar ke sana,” ujar Maliner mengaku dalam sehari nasi gemuk bisa laku 50-100 porsi.
Sebagai ‘teman’ nasi gemuk, cukup tambahan kerupuk, telur, kacang tanah, teri , timun, bawang goreng, dan acar. “Lalu ditambah telur rebus atau mata sapi. Tak perlu ayam goreng,” lanjut Maliner yang menjual seporsi nasi gemuk dengan harga Rp 4000.
Maliner baru 4 bulan berjualan nasi gemuk di lokasi itu. “Dulu saya kerja di rumah makan. Salah satu menu yang dijual di situ nasi gemuk. Jadi, sambil jualan saya perhatikan cara meramu nasi gemuk yang enak dan lezat. Nah, setelah menikah, saya sempat berhenti kerja karena melahirkan. Setelah anak empat orang, saya pun buka usaha sendiri bersama suami,” lanjut Maliner.
Jika Maliner bertanggungjawab terhadap nasi gemuk, maka sang suami, Yus, mengurusi jus pinang, yang juga merupakan jus favorit warga Jambi. “Juice ini banyak khasiatnya, di antaranya meningkatkan stamina, melancarkan peredaran darah, ketahanan tubuh, dan masuk angin,” ujar Yus menimpali.
Satu gelas jus pinang segar dibuat dari 4 buah pinang, gula merah, jahe merah, pandan, serai, cengkeh, dan kulit manis. “Semua bahan diblender jadi satu. Setelah itu siap diteguk,” lanjut Yus yang dalam seminggu bisa menghabiskan 4 tandan pinang. Satu tandan berisi ratusan buah. “Sehari bisa jual 10-20 gelas. Harga segelasnya Rp 5000 dan Rp 7000 jika ditambah telur.”

Leave a Reply